Sulitnya berkoordinasi dan sinergi, cooperative as strategic program
Sebuah prilaku yang baru yaitu bekerja sama dengan musuh besar, menjadi trend saat ini, malah ternyata saya telah membuktikan, memberikan result lebih baik daripada bekerja sama dengan teman, yang malah dalam bisnis, umumnya kompetitor yang paling berbahaya adalah malah teman kita itu sendiri. Lucu kan.
Malah dalam berwirausaha, musuh terbesar kamu adalah teman kamu, yang paling dekat, yang tahu semua kelemahan kamu dan juga mengetahui bagaimana kamu bekerja dari awal.
Sehingga sinergi dengan kompetitor yang segment berbeda, menciptakan sebuah segment baru, dimana ini disebut cooperative.
Yang lebih seru lagi, bilamana segment baru ini , ternyata adalah saingan kerja sama antara perusahaan rekanan dengan competitor rekanan kamu yang juga competitor kita yang sedang bekerja sama. wah ini kalimaat panjang dan jelimet.
Tentu saja prilaku diatas dapat dilihat bagaimana Nokia bekerja sama dg Intel, Intel dengan Apple, Nokia vs Apple, Google bekerja sama dg launch iPhone, dan Google Android vs Apple iPod/iPad/iPhone. Diluar dari Microsoft vs Apple vs Google vs Nokia - Symbian.
Jadi yang semua in cooperative environment, dan harus ada sebuah program kerja bersama, tanpa ini semua kita tidak akan naik ke level pasar terbaru.
Persaingan yang terpublikasi adalah yang memasuki benak calon pembeli, yang diharapkan menjadi penjualan, dan pertumbuhan.
Bandingkan dengan prilaku, subbing (menusuk dari belakang) yang sering kita dengarkan terjadi dalam praktik kita, tetapi juga konspirasi (bekerja sama) untuk membuat sesuatu deal terjadi. Ini adalah phase awal dari sebuah persaingan, teman yang mencuri idea, dan terus maju sendiri, adalah hal umum terjadi disekitar kita, malah kalau dipelajari lebih lanjut, itu adalah karakter yg umum dibeberapa tempat disekitar kita, makanya perilaku dan asal usul kita mempengaruhi. Berkonspirasi alias bekerja sama terhadap sebuah visi sehingga goal, juga hal lainnya. Tapi konspirasi umumnya berbeda dg kerja sama, ada unsur politik didalamnya.
Konspirasi yang kuat menciptakan oligopoli, yang dapat kita temukan dalam industri peternakan ayam, yang mana kebetulan ayah saya, dulu bagian dari industri ini, tetapi sekarang oligopoli ini telah dapat dibreak dengan lahirnya raja-raja ayam lokal, yang mana ternyata semua raja ayam lokal ini bertempur keras di Jakarta. Coba deh, kasus GAPPI vs Pengelola Ayam vs Mitra Ayam (ayah saya di area ini), menjadi kasus menarik. Juga bagaimana Wings yang memiliki industri bahan baku sabun, melawan Rinso dg So Klinnya, sampai ke Afrika. Setahu saya Unilever membeli bahan bakunya ke sang competitor ini loh, dan apakah ini yang membuat Rinso tidak jadi penguasa pasar lagi..
Jadi... apakah anda telah bekerja sama dengan musuh terbesar Anda, dan apakah Anda telah melakuan program "perang" melawan musuh Anda?


