Meruvian News

Sun dan Meruvian Resmikan SMTC

Sep 09, 2009 by Frans Thamura
Sun Microsystems dan Meruvian mengumumkan peresmian pusat inkubator Sun-Meruvian Technopreneurship Center (SMTC), untuk mengembangkan keahlian tambahan bagi para mahasiswa dalam memulai program kewirausahaan di bidang Teknologi Informasi (TI).

"Pusat inkubator ini diharapkan dapat mengurangi gap antara para lulusan sekolah dengan dunia industri," kata Wibisono Gumulya, Presdir PT Sun Microsystems Indonesia, sebelum penandatanganan nota kesepahaman MoU dengan Frans Thamura, pendiri Meruvian, Selasa (8/9) di Jakarta.

Wibisono menjelaskan, ide dari program ini adalah bagaimana menggabungkan lulusan universitas terhadap pasar, khususnya industri TI, yakni sebagai jembatan. Sejak masih menjadi mahasiswa, kata Wibi, mereka digembleng untuk meningkatkan kompetensinya di bidang TI, sehingga bisa diserap pasar kerja.

"Mereka bisa create satu aplikasi, sehingga bisa digunakan kalangan industri. Mereka juga bisa menghasilkan produk lokal. Sedangkan Sun mem-back up dari segi teknologinya," tambah Wibi.

Sementara itu, Frans Thamura mengatakan, karena bakal banyaknya mahasiswa dan juga siswa SMK yang dididik di SMTC, kemungkinan mereka tak bisa semuanya diserap pasar kerja.

"Mereka mau tak mau, harus berani menjadi wirausahawan di bidang TI," ujar Frans. "Makanya, biar mereka masih berusia muda, sekitar 17 tahunan, mereka harus berani melakukan presentasi di depan klien," tambahnya. Sehingga, kata Frans, program yang menggunakan teknologi open source (penggunaan software secara gratis, tanpa harus membayar lisensi) dari Sun Microsystems ini --seperti Java, MySQL, dan OpenSolaris-- bisa menciptakan entrepreneur-entrepreneur muda.

Frans berharap, hingga akhir 2009 ini, pusat inkubator SMTC akan memiliki kerja sama dengan empat institusi industri, intership program dengan enam institusi edukasi, mendirikan dua tempat inkubator di Yogyakarta dan Jakarta, serta program technopreneurship yang melibatkan institusi pendidikan untuk mengerjakan aplikasi software berbasis open source sebanyak dua aplikasi.

Selain pendirian pusat inkubator berbasis open source SMTC, Sun Microsystems juga secara berkelanjutan mendukung penggunaan open source, antara lain melalui program JENI (Java Education Network Indonesia) pada Agustus 2007, yang didukung Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dan pendirian COSTA (Center for Open Source Technology Awakening) bersama Kementrian Ristek pada 2008, serta yang terbaru, pendirian COSTA bersama Departemen Perindustrian (Depperin) pada Juni 2009.

SMTC didirikan untuk merangsang penerapan best practices dan teknologi open source yang dibutuhkan dunia industri, sehingga pengguna teknologi open source dapat menerapkan teknologi ini yang telah menjadi standar kebutuhan di setiap industri.

Sementara itu, program JENI ditujukan untuk merangsang pergerakan open source di dunia pendidikan dan komunitas dengan memanfaatkan berbagai program, seperti OSUM (Open Source University Meetup), OpenSolaris UserGroup Indonesia, dan MySQL.

Di sektor pemerintahan, Sun Microsystems mendorong penerapan teknologi open source dengan pendirian COSTA bersama Ristek dan Depperin. Pendirian berbagai pusat inkubator dan inisiatif ini untuk mendorong penggunaan open source, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas SDM Indonesia, sehingga bisa meningkatkan daya saing. [TMA]

Ciputra: Kita Terlalu Banyak Ciptakan Sarjana Pencari Kerja!

Sep 01, 2009 by Frans Thamura
SENIN, 31 AGUSTUS 2009 | 11:37 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan karena negara tidak menumbuhkembangkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya. "Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif," ujar Ciputra di hadapan peserta seminar "Entrepreneurship Inspiring Our Journey" yang digelar di SMA Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (29/8). Entrepreneur atau wirausahawan, kata pria yang akrab disapa Pak Ci' ini, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Dengan demikian, kata dia, negara selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi menjadikan mereka lulusan yang tidak kreatif. "Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang empat kali lebih besar dari Indonesia," ujar Pak Ci'. Sarjana pencari kerja Makin banyak entrepreneur, sejatinya semakin makmur suatu negara. Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal 2 persen dari jumlah penduduk di negara tersebut. Menurut Ir Antonius Tanan, Direktur Human Resources Development (HRD) Ciputra Group yang juga menangani Ciputra Entrepreneurship School (CES), bahwa pada 2007 lalu AS memiliki 11,5 persen wirausahawan di negaranya. Sementara itu, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 persen. Namun, empat tahun kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2 persen, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18 persen jumlah wirausahawan. "Negara kita terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja," tandas Antonius. "Akhirnya kita hanya banyak melahirkan pengangguran terdidik, tahun 2008 kita punya 1,1 juta penganggur yang merupakan lulusan perguruan tinggi," ujarnya. Data tahun 2005/2006, misalnya, lanjut Antonius, terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi yang lulus. Kemudian dalam waktu 6 bulan dari Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang. "Generasi muda kita tidak memiliki kecakapan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja," ujar Antonius. Source: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/08/31/11374948/ciputra.kita.terlalu.banyak.ciptakan.sarjana.pencari.kerja

Penurunan kualitas lulusan pendidikan saat ini, apakah Anda percaya?

Aug 18, 2009 by Frans Thamura
Diskusi panjang yang mengakibatkan lahirnya Meruvian adalah terjadi sebuah gap antara industri dan pendidikan, dan sepertinya ini sebuah berita yang tidak terselesaikan sejak jaman revolusi industri terjadi.

Dengan dipercayakannya terjadi perubahaan model pendidikan dari model standar ala pabrikan (hasil dari revolusi industri yang melahirkan sekolah model saat ini), menjadi sebuah model pendidikan yang lebih dinamis dan kreatif, tentu saja akan membuat sekolah yang semakin unik dan variatif. Dimana model sekolah dinamis yang dapat mengikuti model arah trend industri memerlukan effort yang sangat tinggi.

Dengan model pendidikan statis yang terjadi saat ini dan kecepatan globalisasi yang tidak terbentuk, membuat gap baru yang tidak terbayangkan selama satu dekade ini, apalagi dengan masuknya internet menjadi bagian hidup manusia. Perbedaan ini telah menjadi sebuah masalah kehidupan manusia yang baru secara global. Negara yang memiliki pasar lebih kecil seperti negara berkembang, akan mengalami masalah yang sangat serius mengenai kasus kesenjangan ini. 

Apalagi umumnya negara berkembang masih erat hubungannya dengan praktek tidak efesien karena berbagai faktor, seperti kebudayaan yang masih belum siap mengadopsi perubahan ini, ataupun beberapa praktek seperti korupsi yang kental ditemukan di berbagai negara berkembang.

Apakah gap ini dapat disebut penurunan output pendidikan sehingga dunia pendidikan saat ini sudah tidak layak menjadi tempat menimba ilmu? Ataukah kita memerlukan model baru pendidikan yang lebih baik? atau...

silahkan comment di
http://www.facebook.com/note.php?note_id=115431367100&ref=mf

Download Schedule Training Open Source Software di Yogjakarta

May 15, 2009 by Natalie

Meruvian Center Yogjakarta kembali membuka kelas training Java dan Enterprise OpenSource. Kelas yang dibuka antara lain :

1. Java Basic Programming Fundamental

2. Java Web Programming

3. Java Game Desktop Programming

4. Java Game Mobile Programming

5. Java Framework Technology Programming

6.ERP and CRM  using Compiere / Adempiere

7.Compiere / Adempiere Technical Programming

8.CMS using Alfresco

9.Building Portal using Liferay

10. dan lain-lain

[Download Schedule Mei 2009]

Dibuka kelas trainining "Framework Technology Using Java"

Apr 21, 2009 by Natalie

Dear all,

Kami dari Meruvian Training Center mau menginformasikan bahwa kelas untuk training Java Framework Technology kembali dibuka.

Hari/Tgl : Senin - Kamis / 27 - 30 April 2009

Tempat : Grand Wijaya Center Blok H/41 lt.04 Jl.Wijaya II , Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Waktu  :16:30 s/d 20:00 wib

 Biaya    : Rp. 750.000,-

Topik pembahasan training :                             

                                          1. Pengembangan aplikasi Java dengan penggunaan arsitektur MVC


                                          2. Pemprograman MVC dengan WebWork-Struts2

                                          3. Pengembangan Teknologi Injection of Control dengan Spring
                                          4. Pengenalan Hibernate sebagai solusi model

                                          5. Membangun aplikasi web CRUD dengan Cimande


Pendaftaran
dapat dilakukan via email dengan mencantumkan nama,
alamat email, dan no telp yang bisa dihubungi. Paling lambat tanggal 24
April 2009 (Jumat).

* alamat email : mervcourse@meruvian.com , cc: natalia@meruvian.org

[Merv Event]- Penerapan Arsitektur MVC pada Java (01/5/09)

Apr 16, 2009 by Natalie

 WORKSHOP PENERAPAN ARSITEKTUR MVC PADA JAVA

 

MVC- Model-View-Controller adalah arsitektur pengembangan aplikasi yang saat ini banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang besar dan kompleks dengan efisien.

Bagi Anda pengembang aplikasi ataupun programmer Java, workshop ini banyak mengulas mengenai tips dan trik membuat aplikasi yang efisien, cepat dan tidak memerlukan waktu yang lama dengan tidak memerlukan resources yang besar.

Hari / Tanggal     : Jumat / 1 Mei 2009

Tempat              : Meruvian Center, Jl.Wijaya II Grand Wijaya Center Blok H/41 lt.04 Kebayoran Baru

                           Jakarta Selatan (sebelah Darmawangsa Square)

Jam                   : 16:00 - 18:30 wib

Biaya                : Rp. 125.000 / orang

Pembicara        : Frans Thamura (JUG Founder, direktur Meruvian dan ACE Director Oracle)

Topik workshop : 1. Pengenalan MVC dan berbagai macam MVC yang saat ini sedang trend

                            2. AJAX dan MVC

                            3. MVC dalam Solusi Java untuk Web

                            4. Pemprograman MVC dengan Controller Struts2

                            5. Tips dan trik dalam membangun suatu aplikasi dengan MVC - Java secara cepat dan

                                 mudah

* Include Sertifikat dan dinner

Untuk pendaftaran dapat mengisi data peserta (pendaftaran paling lambat tanggal 29 April 2009) :

Nama lengkap :

Telp                :

Email              :

Kirimkan ke mervcourse@meruvian.com , cc: siti.rahayu@meruvian.org (telp :021-9358 65 77)
 

Dibuka kelas training fast track "Object Oriented Programming" dan "Framework Technology"

Mar 25, 2009 by Natalie

Meruvian kembali membuka pendaftaran training "Object Oriented Programming" dan "Framework Technology" pada awal bulan April 2009

 

Object Oriented Programming using Java Fundamental

 1. Basic Java Programming

2. Structure Control

3. Array

4. Java Class Library

5. Using Class

6. Inheritance, Polimorpishm, Interface

7. Basic Exception Handling

8. I/O and Networking

 13,15,17,20,22 April 

(16:00 s/d 20:00 wib)

 Rp.750.000 (*include certificate, online test)
 Java Framework Technology

1. Build application using MVC

2. MVC Programming using WebWork-Struts2

3. Technology Injection of Control using Spring

4. Hibernate model solution introduction

5. Build web application using CRUD with BlueOxygen Workspace Platform

*Bonus : tips and trik build Enterprice application using Cimande (simple and easy)

 13,15,17,20,22 April  (16:00 s/d 20:00 wib) Rp.750.000 (*include certificate, online test)

 

 

 

 

* untuk registrasi dan persyaratan lainnya bisa melihat di www.meruvian.com atau telp: 021-9358-65-77 (Natalia)

Meruvian bekerjasama dengan Sun Microsystem dalam program Technopreneur 2009

Feb 23, 2009 by Natalie

Pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2009 , Meruvian dan Sun Microsystem telah bersepakat untuk menjalin kerjasama program "technopreneur" yang diawali dengan penyusunan MoU.

Penunjukkan Meruvian sebagai partner kerjasama Sun Microsystem merupakan suatu kehormatan besar bagi Meruvian sendiri, karena dengan bergabungnya Sun Microsystem diharapkan akan semakin menambah kekuatan IT di Indonesia khususnya JAVA.

Sun Microsystem sendiri berencana untuk mengembangkan sayapnya dengan menambahkan ke Meruvian produk-produk unggulannya seperti Solaris, MySQL, dll.

Sedangkan Meruvian juga berencana untuk memperkuat diri dengan meluncurkan program terbaru "migrate to JAVA". Dimana kedepannya, JAVA bisa dipergunakan oleh seluruh perusahaan di Indonesia dan untuk semua SDM yang berkompeten di bidang JAVA sudah bisa ditingkatkan lagi di Indonesia ( gak perlu lagi jauh-jauh ke Singapore untuk mendapatkan SDM yang bisa JAVA :) )

Selain itu, Meruvian dengan program Meruvian Technopreneurship Program- nya akan semakin memperluas jaringan ke seluruh SMK-SMK di Indonesia.

 Terima kasih kepada semua pihak dari Sun Microsystem atas segala kerjasamanya. Dan kami berharap di kemudian harinya kerjasama ini akan membawa dampak yang positif bagi kemajuan bangsa Indonesia dan juga JAVA di Indonesia.

Bagi company atau perusahaan yang mau bergabung dengan Meruvian dalam program "migrate to JAVA", Meruvian akan membantu dengan sepenuh hati, dengan layanan full stack dan terintegrasi secara penuh, dan tentunya dengan support dari Sun Microsystem dan Oracle akan semakin membuat kemajuan perusahaan serasa sudah di depan mata.





Quercus Implementation in Mocospace

Jan 19, 2009 by Frans Thamura

MocoSpace deploys North America's largest mobile social network using Resin and Quercus

LA JOLLA, CA -- December 24, 2008 -- Caucho Technology, Inc., a leading open source Java-PHP application server vendor, today announced that MocoSpace, the largest mobile social network in North America, has selected Caucho's Resin as their primary application server to host the MocoSpace Web and mobile sites.

MocoSpace is a leading mobile internet company focused on revolutionizing the way people make friends and stay connected on their mobile device. MocoSpace architecture supports social-networking features such as building customized profiles, exchanging of e-mails, instant messaging, and playing games.

Over two years of using Resin, MocoSpace found the performance, stability and ease of administration to be superior. In addition to JavaServer Pages and Servlets, MocoSpace uses the Quercus PHP engine extensively.

Quercus is Caucho Technology's pioneering open source architecture for web applications and services where Java and PHP are tightly integrated. PHP applications can choose to use Java libraries and technologies such as JMS, EJB, SOA frameworks, Hibernate, and Spring, all within one application server. PHP applications running on Quercus are faster, easier to develop, more capable, more secure, and more scalable than any other PHP solution. By leveraging the reliability of Caucho's Resin Java application server, PHP applications automatically acquire many features required for enterprise-readiness.

Jamie Hall, Co-Founder and CTO of MocoSpace, said "Resin is the center piece of our highly scalable, open source Web and mobile site architectures. Its ability to scale has allowed us to make site performance blazingly fast, while keeping our server footprint small." Hall added, "In my over 10 years of architecting systems in Java, I don’t think any other enterprise class Java application server has come as highly recommended."

"MocoSpace’s use of Resin, specifically Quercus’ Java-PHP implementation, proved to be an excellent business decision to power their website communication and meet the demands of web-enabled mobile phones," said Steve Montal, Co-Founder of Caucho Technology. "As MocoSpace’s user base continues to grow precipitously, they will find that Resin will scale with their business seamlessly" added Montal.

Caucho Technology has earned a reputation for supporting its products by a team of engineers devoted to quality customer service and a rapid bug fix and feature request program. Caucho has over 9,000 customers whose mission critical applications rely on Resin application server.

About Caucho Technology, Inc.

Caucho Technology is an engineering company devoted to reliable open source and high performance Java-PHP solutions. Caucho is a Sun Microsystems Java EE licensee whose industry leading products include Resin application server, Hessian web services and Quercus Java-PHP solutions. Caucho was founded in 1998 and is based in La Jolla, California.


Source: http://caucho.com/press/2008-12-24.xtp

TEACHING INDUSTRY SMK

Jan 13, 2009 by Frans Thamura
Teaching Industri SMK dalam:
- Menciptakan SDM Unggul (Siap Kerja, Cerdas, & Kompetitif)
- Membantu Perkembangan Perekonomian Indonesia

Direktorat Pembinaan SMK (Dit. PSMK) - Departemen Pendidikan Nasional, menerapkan konsep Teaching Industri dengan latar belakang sebagai berikut:
1. Sekitar 250jt Penduduk Indonesia merupakan pasar potensial bagi produk2 seperti otomotif (motor, mobil, dll), komputer/laptop, handphone, daging, susu, dll
2. Namun ternyata pemenuhan barang2 tersebut diorder dari supplier2 yang mengimpor dari luarnegeri (china, dll)
3. Alhasil potensi Pasar tersebut tidak memberikan efek positif yang signifikan terhadap perekonomian indonesia, karena perputaran uang lari keluar negeri dan sama sekali tidak menimbulkan penyerapan tenaga kerja yg signifikan karena proses produksi/manufaktur dilakukan di luar negeri.
4. Dit. PSMK mempunyai tupoksi menjadikan SMK sebagai salah satu tulang punggung pergerakan ekonomi bangsa dengan menciptakan lulusan SMK yang siap kerja, cerdas, dan kompetitif
5. Dit. PSMK berpotensi kompetitif, data tahun 2008 menjunjukkan: alokasi anggaran sekitar 2triliun/th), mempunyai 7.800 SMK, 175rb guru & 3,29jt siswa, SMK rata berlahan 2Ha (khusus SMK Pertanian antara 15-30Ha), bergerak di 121 bidang garapan (pertanian, seni, laut, mesin, otomotif, IT, dll)
6. Kebijakan Pemerintah akan memutar balik rasio siswa SMK:SMA, yang semula 30:70 (th2004) dan pada akhirnya menyampai rasio 70:30. Posisi 2008 rasio siswa SMK:SMA mencapai 46:53, dan ditargetkan sd th2014 mencapai rasio 67:33

Dengan latar belakang tersebut, Dit. PSMK mencoba menerapkan konsep Teaching Industri, yaitu suatu konsep share Sumber Daya dalam rangka mengoptimalkan sumber daya yang tersedia demi mencapai kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh banyak pihak dalam berbagai sektor.

Teaching Industri SMK, mengajak kepada semua Industri membantu Dit. PSMK menciptakan SDM SMK yang Siap Kerja, Cerdas, dan Kompetitif, dengan membuat proses Industri berlangsung di SMK, melibatkan unsur SDM SMK ( terutama Siswa) sebagai sarana praktek real bagi siswa, menggunakan sarana-lahan-anggaran praktek SMK untuk membuat produk industri real (motor, komputer, laptop, engine, cnc, dll) yang siap dipasarkan.

Dengan Pengembangan Program Teaching Industri ini, benefit yang diambil adalah:
1. Bagi SMK: Dapat diperoleh lulusan SMK yang benar2 sudah pengalaman industri real, sehingga benar2 siap kerja, cerdas, dan kompetitif
2. Bagi Industri: Dapat biaya ongkos produksi murah dengan tetap terjaga kualitas(?), karena proses produksinya merupakan bagian dari pembelajaran yang terawasi kualitasnya, sehingga over headnya bisa ditekan mendekati Rp. 0 (nol rupiah)
3. Bagi Perekonomian Indonesia: Dapat mengurangi mengalirnya uang ke luar negeri, sehingga uang berputar didalam yang mengakibatkan peningkatan perekonomian nasional.
4. Bagi Produk Indonesia: Tercipta Produk sangat Murah yang dapat bersaing di pasaran.
5. Bagi..(?) dll...(?)

Dengan pemanfaatan bersama antara fungsi pendidikan dengan fungsi industri, terjadi efisiensi sumber daya yang cukup besar, yang salah satu keuntungan besarnya adalah dapat menciptakan produk dengan harga murah (karena sdm Rp. ~0, sewa lahan Rp. ~0, sewa ruang Rp. ~0, sewa alat Rp. ~0, biaya energi Rp. ~0).

Dit. PSMK bahkan siap mengalokasikan anggaran untuk memenuhi standar peralatan dan ruang yang dibutuhkan oleh industri untuk memanufaktur suatu produk, dan juga alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas SDM seusai yang dipersayaratkan industri, sesuai kesepakatan bersama.

Industri akan bertanya bagaimana dg kualifikasi SDM SMK (Siswa & Gurunya)?

Tentunya industri minta yang kualified agar bisa terjadi proses produksi yang efektif dan efisien untuk menciptakan produk yang berkualitas sesuai yang dipersyaratkan. tentu tidak bisa dipungkiri bahwa siswa SMK ada yg sdh kualified & ada yg belum, ini tidak boleh dibiarkan, ini adalah tugas Institusi SMK u membuat SDM mjd kualified sesuai dgn yg dibutuhkan industri (walaupun tidak bisa sampai 100% akan tetapi, bisa mendekati)

Caranya bijimana? industri tentu punya kualifikasi/kriteria SDM yang bisa menjalankan proses produksi/bisnis/manufaktur
terkait produknya. Dari kualifikasi itu, kita breakdown kedalam Kurikulum yang ada sebagai konsentrasi pengayaan keahlian untuk peningkatan kualitas siswa SMK (sebagai informasi, kurikulum sekarang adalah kurikulum berbasis satuan pendidikan dimana masing2 SMK bisa menambahkan penekanan/konsentrasi sesuai yang diperlukan). SDM Industri bisa melatih guru-guru SMK bagaimana menguasai hal tersebut dan bagaimana menciptakan SDM yang bisa menguasai hal itu (Pemerintah mempunyai alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas guru yang dipersyaratkan o Industri partner). Dan sangat terbuka sekali apabila SDM industri berkenan menjadi bagian pengajar di SMK, dit. PSMK sangat senang sekali mendapat bantuan tersebut.

Untuk lebih meyakinkan Bisa dibuat program masa produktif Siswa adalah di th ke4, dimana siswa sudah menerima semua kompetensi2 yang harus dikuasai selama 3th. siswa yg ikut serta produksi kita persyaratkan harus lulus test kompetensi sesuai yang dibutuhkan indutri partner. so SDM tidak perlu dikhuawatirkan.

Lalu bagaimana Pasarnya?

Pada th2008: SMK mengadakan sekitar 8.000 komputer dilakukan dg assembly sendiri oleh 200 SMK. dan di th2009 dari SMK tersebut akan dipilih yang kualified u memproduksi komputer bagi SMK lainnya (& tdk menutup kemungkinan u SMA, SMP, SD). SMK lainnya melaksanakan Teaching Industri bidang Laptop (dibwh 5jt), CNC Miling (bisa 50% harga pasar) dan assembly motor indonesia (KANZEN-SMK) (sekitar 7jt/motor). Sekitar 10 SMK bidang pertanian, 90 SMK Hotel Training, 140 SMK bidang retail, yang semua menjadi tempat teaching industri.

Jadi selain Pasar umum, kita punya Pasar yang kita create sendiri, Dit. PSMK punya captive market dari jumlah siswa & guru yang tersebut di atas. untuk th 2009 tidak kurang dari 300rb laptop harus kita buat u siswa SMK SBI, sekitar jml yang sama untuk Komputer PC, kebutuhan Motor berkembang, kita dapat mengarahkan guru dan siswa u mengambil motor terrsebut dg bantuan kridit dg bunga yang jauh lebih murah dibanding yang lain. Untuk CNC ada sekitar 3000 SMK yang membutuhkan CNC, dan produksi2 lain

Dalam mendukung Program tersebut, Dit. PSMK mengeluarkan kebijakan "setiap pembelian alat untuk SMK (Selaian anggaran APBD I dan II juga masyarakata, Dit. PSMK mengalokasikan sekitar 70% dr total anggaran Dit. PSMK) harus beli produk dalam negeri, dan apabila ada penggunaan tenaga ahli diprioritaskan tenaga ahli dalam negeri.

Download Jadwal Training & Workshop Meruvian Training Center Jakarta 2009

Dec 17, 2008 by Natalie

Dear all,

Bagi yang ingin mendapatkan informasi mengenai schedule training dan workshop Meruvian Training Center 2009 (Bulan Januari dan Februari 2009) bisa di download di sites berikut ini :

[download]

* Bagi yang akan mengikuti training bisa mengirimkan biodatanya dan mengirimkan kembali ke course@meruvian.org

Biodata

Nama lengkap :

Alamat email   :

Telp/mobile    :

Jenis training yang mau diikuti :

Jam                :

Program Kerja Meruvian Technopreneur Roadshow 2009

Dec 12, 2008 by Natalie

Meruvian Technopreneur Roadshow 2009 (MTR-09) adalah salah satu program kerja yang diadakan oleh Meruvian guna mengembangkan jiwa entrepreneur-entrepreneur muda dibidang teknologi dan informatika di Indonesia.

MTR-09 bekerjasama dengan Oracle Academy akan melakukan roadshow dalam beberapa macam kegiatan seperti workshop, seminar, pelatihan, program incubator, magang dan lain sebagainya.

Diharapkan kedepannya program ini bisa berjalan lancar dan sukses dan tahun 2009 adalah langkah awal Meruvian untuk terus memantapkan posisinya didunia pendidikan Indonesia.

Untuk daerah Yogjakarta akan diadakan topik-topik pembahasan program kerja sebagai berikut :

1. Expertial marketing

2. Peluang dan harapan untuk menjadi technopreneur

3. Pengembangan kurikulum berbasis technopreneur

    Pengembangan kurikulum ini terbuka untuk berbagai program bidang studi atau jurusan sebagai berikut :

    3.1 SMK Teknik Komputer Jaringan JAVA

    3.2 SMK Rekayasa Piranti Lunak JAVA

    3.3 SMK Multimedia JAVA

    3.4 Teknik Informatika dengan gelar Sarjana Komputer keahlian JAVA atau S.Kom (J+)

    3.5 Sistem Informatika dengan gelar Sarjana Komputer keahlian JAVA atau S.Kom (J+)

 4. Program jTechnopreneur

5. Oracle Academy Overview : tips dan trik mempelajari JAVA kelas dunia

Kami membuka kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan dari tingkat SMK hingga universitas untuk bergabung dan mensukseskan program ini bersama-sama, agar dunia informatika di Indonesia semakin lebih baik.


Lowongan kerja at Meruvian

Dec 05, 2008 by Natalie

Meruvian Jakarta saat ini membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut :

Marketing

Syarat : Pria/wanita
            Pendidikan min diploma (dari berbagai jurusan) maks 26 thn
            Pengalaman dibidang marketing min 1 tahun (fresh graduate bisa ikut apply)
            Kreatif
            Aktif dan komunikatif
            Memiliki relasi yang luas
            Dapat bekerjasama dalam team

Kirim resume dengan bidata lengkap dengan foto terbaru ke natalia@meruvian.org atau ke julius@meruvian.org

*note : selambat-lambatnya 20 Januari 2008


 

          
 

Menumbuhkan Wirausaha TI di Sekolah Kejuruan

Dec 03, 2008 by Frans Thamura

Kuta, Bali - Lulusan siswa sekolah kejuruan (SMK) seharusnya bukan hanya jadi buruh pabrik, tapi bisa diajak berwirausaha dalam bidang TI.

Frans Thamura menceritakan bagaimana ia bisa mengajak para siswa SMK tersebut berwirausaha dalam proyek TI yang dinamainya BlueOxygen.

Di hadapan para peneliti dan akademisi TI yang ikut Workshop Open Source dan Open Content (WOSOC 2008), di Hotel Dynasty, Bali, evangelist Java ini pun berbagi cerita.

Hal itu bermula ketika proyek BlueOxygen didapuk masuk ke dalam materi pembelajaran JENI Enterprise, sebuah program Java Education Network Indonesia milik Departemen Pendidikan Nasional.

"Sukses dari program ini adalah menghapus kesan bahwa belajar Java itu sulit. Justru, anak SMK bidang TI yang diasuh Yayasan Meruvian binaan saya hanya perlu sekitar satu minggu untuk mencoba, dan satu bulan untuk mengembangkannya,"demikian Frans mulai bercerita, Rabu (3/12/2008).

Dalam mengembangkan proyek BlueOxygen yang masuk dalam stack 5 JENI tersebut, Frans dibantu oleh lebih dari 40 siswa SMK yang tersebar, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, sampai Surabaya.

"Tentu saja anak SMK tidak akan mampu mengembangkan secara mandiri, diperlukan mentor. Bisa senior atau rekanan yang kuliah. Sehingga setiap masalah dapat dibantu,"ujar pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, ini.

Siklus pengembangan yang mengacu pada platform ini ternyata menjalin hubungan baik antara SMK, kampus dan industri. Selain siswa SMK, mahasiswa juga turut dilibatkan dalam proyek ini dengan strata yang lebih tinggi.

"Menjadi sebuah pergeseran menarik, karena anak kampus kini jadi arsitek proyek, dan pengerjaan programming harian diserahkan pada anak SMK. Beberapa produk Open Source di dalam BlueOxygen adalah hasil karya mereka," ucapnya.

Untuk mendidik siswa SMK agar kapabel berwirausaha di bidang TI, menurut Frans, adalah mentor yang ramah dan siap membantu setiap saat. Ia sendiri menggunakan jasa 40 siswa SMK tersebut selama setahun penuh, di mana paruh pertamanya mengembangan produk dan sisanya untuk kewirausahaan.

"Menarik sekali bukan mengajarkan anak SMK belajar berwirausaha,"sahut pria yang doyan ceplas-ceplos ini, seraya berharap di ajang WOSOC 2008 ini, negara lain yang masih kesulitan mendapatkan programmer, serta yang masih menjadi konsumen telematika, dapat mengembangkan teknologi sendiri mengacu pada kasusnya.

( rou / dwn )

Source: http://www.detikinet.com/read/2008/12/03/183158/1047540/398/menumbuhkan-wirausaha-ti-di-sekolah-kejuruan

Schedule Meruvian 2008 (sementara)

Dec 03, 2008 by Natalie

 Download schedule training dan workshop Meruvian 2008 (schedule sementara)

[download]

Search

 

« September 2010
SunMonTueWedThuFriSat
   
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
  
       
Today

Feeds

Navigation